Edit

Hubungi kami

Kantor Pusat

Jalan Domba No.12 Makassar

Email:

alfatihsit@gmail.com

Telepon

085299659611

Aku Bertanya, Aku Menjawab, Akhirnya Aku Menemukan

Penerapan Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing pada Pembelajaran IPA kelas VI

Apa yang kalian pikirkan apabila ada peserta didik yang mengatakan “oh, iya-iya” (sambil mengangguk-ngangguk) pada saat aktivitas pembelajaran berlangsung? Ini adalah salah satu contoh feedback yang sering terdengar dalam kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami sebuah informasi atau materi yang sedang dibahas. Feedback seperti ini akan sering terlihat apabila peserta didik berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Pembelajaran mengutamakan partisipasi aktif peserta didik dalam berinteraksi dengan situasi belajarnya melalui panca inderanya melalui penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa, sehingga modus tindakannya adalah say it and do it pada peserta didik yang dapat diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu. Situasi belajar tersebut memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari (Edgar Dale dalam Wasila, 2021).

Apa yang harus kita lakukan agar peserta didik berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Cara yang kami lakukan untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik kelas 6A SDIT AL FATIH MAKASSAR dan menjadikan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student center) adalah dengan menerapkan model pembelajaran inquiri terbimbing pada pelajaran IPA dengan materi struktur dan fungsi tumbuhan. Model pembelajaran inquiri terbimbing mengarahkan peserta didik untuk menemukan pengetahuannya secara mandiri melalui serangkaian investigasi, eksplorasi dan melakukan penelitian untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan diajukan sendiri terkait materi yang dibahas.

Penerapan model pembelajaran inquiri terbimbing pada materi struktur dan fungsi tumbuhan pada rencana kegiatan pembelajaran yang kami terapkan di kelas. Berikut Langkah-langkahnya :

Kegiatan inti

Langkah 1 : Orientasi (kegiatan mengamati)

  • Peserta didik dibagi menjadi lima kelompok secara acak.
  • Guru mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu ” bagian-bagian tumbuhan”.
  • Setiap kelompok diberikan kesempatan mengamati tumbuhan yang ada di pekarangan sekolah.
  • Setiap kelompok akan memilih satu contoh tumbuhan yang diamati bagian-bagiannya.
  • Setelah itu, setiap mengisi LKPD yang telah dibagikan
Gambar 1. Peserta didik dibagi ke dalam 5 kelompok

Langkah 2 : Merumuskan masalah

  • Setiap kelompok merumuskan masalah atau membuat pertanyaan terkait bagian-bagian tumbuhan yang dipelajari. Berikut adalah contoh pertanyaan yang dirumuskan oleh kelompok 1.
    • Mengapa daun berwarna hijau?
    • Mengapa akar berada di tanah?

(Pertanyaan yang dibuat oleh peserta didik akan menjadi pembahasan dalam kegiatan pembelajaran. Kemudian mereka sendiri yang akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan).

Gambar 2. Peserta didik mengamati bagian-bagian tumbuhan

Langkah 3 : Merumuskan hipotesis

Setiap kelompok membuat jawaban sementara atas pertanyaan yang telah dibuat. (Setiap kelompok mencoba menjawab pertanyaan yang mereka buat dengan menebak atau menduga-duga). Jawaban dari pertanyaan oleh kelompok 1 :

  1. Daun berwarna hijau karena ada zat tertentu yang terkandung pada daun tersebut.
  2. Karena akar menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah.
Gambar 3. Peserta didik membuat hipotesis

Langkah 4 : Pengumpulan data

Setiap kelompok mencari sumber (buku dan internet) untuk mendukung jawaban atas pertanyaan yang telah dirumuskan.
(Proses pengumpulan data menggunakan sumber data sekunder yaitu data diperoleh dari sumber terbuka seperti buku, jurnal dan website). Dari proses pencarian data tersebut peserta didik menemukan jawaban melalui website dan jurnal untuk menjawab dua pertanyaan di atas.

  1. Daun berwarna hijau karena mengandung zat hijau daun yang disebut klorofil.Klorofil adalah pigmen (zat warna) hijau yang ditemukan di kloroplas tanaman.
  2. Akar menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dalam tanah dan menunjang serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
Gambar 4. Peserta didik mengumpulkan data menggunakan sumber data sekunder
Gambar 5. Peserta didik mengumpulkan data

Langkah 5 : Menguji Hipotesis

Peserta didik membandingkan hipotesis yang dibuat dengan data yang diperoleh dari sumber (buku, website dan jurnal).
(Hipotesis yang dirumuskan oleh kelompok sesuai dengan hasil pengumpulan data)

Gambar 6. Peserta didik menguji hipotesis

Langkah 6 : Menarik Kesimpulan

  • Setiap kelompok memprensetasikan hasil diskusi kelompoknya.
  • Kelompok yang belum tampil diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau komentar terkait hasil presentasi setiap kelompok.

Proses pembelajaran ini membangun karakter positif peserta didik yaitu:

  1. Kerjasama tim (gotong royong)
  2. Kemampuan berpikir kritis dan analitis pada merumuskan merumuskan masalah
  3. Tanggungjawab
  4. Pembentukan kemandirian peserta didik dalam dalam menemukan sendiri pengetahuan.

Feedback, oh, iya-ya dan senyum sumringah lebih sering terdengar pada saat model ini diterapkan pada pembelajaran terutama pada saat pengujian hipotesis. Di mana hipotesis yang mereka ajurkan sesuai dengan data yang dikumpulkan. Pengetahuan yang diperoleh dengan cara ditemukan  sendiri akan lebih bermakna ( berkesan) dan akan tersimpan di memori jangka Panjang  (long term-memory) peserta didik.

Popular Post

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami