Edit

Hubungi kami

Kantor Pusat

Jalan Domba No.12 Makassar

Email:

alfatihsit@gmail.com

Telepon

085299659611

ACTIVE LEARNING METHOD IN CLASS

Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa TUT WURI HANDAYANI yang artinya di depan memberi teladan di tengah membangun kemauan, di belakang memberikan dorongan dan arahan, kalimat ini tidak asing lagi bagi kita terutama dikalangan para pejuang pendidikan  (Guru)  semboyang  pendidikan  yang  dicetuskan  sekaligus  diperkenalkan  oleh sosok istimewa nan bersahaja Ki Hadjar Dewantara seorang bapak pendidikan nasional yang kini semboyan itu menjadi semangat yang terarahkan bagi kami seoarang guru.  Negara kita Indonesia dikenal dengan negara multikultural dengan banyaknya keanekaragaman adat, suku dan budaya serta gaya hidup yang  berbeda-beda berasaskan Pacasila begitupun potensi yang luar biasa dimiliki masyarakatnya.

Terlahir dengan keistimewahan jamrud khatulistiwa yang melebur dalam keberagaman, dengan kebergamannya itulah  julukan “ Heaven on Earth” telah diakui  dunia kebanggaan bagi Pejuang pendidikan dan penghuni Ibu Pertiwi di tambah semangat kebangsaan  yang  telah  tertanam  pada  diri  setiap  rakyatnya,  termasuk  para  jajaran  Guru sebagai pendidik yang terus mengobarkan jiwa semangat jihad pendidikan di garda terdepan bagi kemajuan generasi anak bangsanya.

Tanyakan  pada  diri  apa  yang  telah  aku  berikan  untuk  Indonesia,  dan  jangan tanyakan apa yang Indonesia   telah beri padaku seperti halnya kita melihat dari sejarah peradaban Konstantinopel yang di pimpin Sultan Muhammad Al-fatih apa yang di perjuangkan untuk Negaranya dan apa yang diperjuangkan untuk Islam hingga lahirlah para Tokoh-tokoh pembaharu yang berpengaruh dalam bidang pendidikan yang cerdas dan tak henti-hentinya belajar dan mengajarkan ilmunya,   serta karakter seoarang pepimpin yang patut kita jadikan teladan.

This image has an empty alt attribute; its file name is robo-wunderkind-hLvQ4-QEBAE-unsplash-1024x683.jpg

Belajar dari sosok Sultan Muhammad Al-Fatih sikap kepedulian terhadap orang- disekitarnya  karakter  yang harus melekat pada jiwa guru sebagai pemimpin dalam bidang pendidikan tetapi faktanya dari berbagai permasalahan pendidikan di negeri ini yakni merebahnya sikap apatis di kalangan para pendidik, sikap seolah tidak peduli dengan peserta didiknya, sikap dengan mudahnya sekedar menuntuskan pembelajaran disekolah, sikap hilangnya kemauan untuk terus belajar dan mengupdred diri, hingga sikap nasionalisme yang mulai  luntur.  Dengan  sikap  apatis  yang  dominan  dikalangan  Guru  justru  mengundang lahirnya virus ketidak pedulian bagi kemajuan anak bangsa, Guru sebagai ujung tombak pendidikan justru tenggelam kedalam lingkarang sikap apatis, padahal gurulah yang menjadi pondasi awal perubahan bangsa, berangkat dari hal ini mengutip dari UU No 14 Tahun 2005 tentang guru yaitu “ Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendidik mengajar, membimbing,  mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah” maka sepantasnyalah guru menyadari Amanah dan tugas yang di embannya,dengan kerja keras, usaha dan berikhtiar  dalam mendidik dengan sesungguhnya akan memberikan pengaruh besar bagi negeri ini hingga lahirnya generasi-generasi hebat tidak lain dari hasil kerja keras seorang guru.

Pengalaman   mengajar   kita   selama   dikelas   tidak   dipungkiri   pasti   timbul permasalahan  baik  itu  dari  peserta  didik  yang  belum  memahami  materi,  karakter  yang berbeda beda, ketersedian media, lingkungan sekolah, kesalahan saat mengajar, bahkan kegagalan yang   kerap kita rasakan bercermin dari permasalahan yang sering kita jumpai selama proses pembelajaran dikelas kita bisa belajar kembali dari Sultan Muhammad Al-Fatih dalam sejarah perjuangannya menaklukan konstantinopel sering menemui kegagalan, namun saat ketaqwaan, keyakinan dan komitment menjadi kekuatan dalam diri manusia, perubahan besar dapat terjadi, bagaimana tidak demi merobahkan benteng konstantinopel, tak sekedar inovasi senjata yang diciptakannya tapi juga peningkatan ibadahnya dan seluruh prajuritnya begitupun dengan kita seoarang guru yang terus berinovasi dalam proses pembelajaran memiliki banyak cara dalam penyajian materi serta ada doa yang selalu membersamai.

Mari kita berbenah diri mari kita jawab dengan sebuah gerakan perubahan bukan hanya  ekspektasi  melainkan  aksi,  mari  kita  peduli  dengan  segala  keterbatasan  dan kemampuan peserta didik kita dimulai dari cara mengajar , metode pembelajaran , serta ilmu- ilmu yang selama ini kita dapatkan dari bangku perkuliahan maupun ilmu yag kita dapatkan di luar, mari kita terapkan ilmu itu sebagai menifestasi rasa syukur kita sebagai generasi muda yang saat ini berprofesi sebagai guru yang telah mendapatkan kesempatan menempuh pedidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi, yang tidak semua orang bisa merasakan itu.

This image has an empty alt attribute; its file name is andrew-ebrahim-zRwXf6PizEo-unsplash-1024x683.jpg

Salah satu metode pembelajaran yang telah kami terapkan di kelas 1A SD IT Al- Fatih Makassar sebagai solusi yang kami tawarkan untuk memberi manfaat pada diri sendiri dan orang lain, selama proses pembelajaran di sekolah   yaitu   implemetasi Active Learning dalam proses pembelajaran sebagai salah satu solusi dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Mengingat modelitas belajar peserta didik yang berbeda, ada kecerdasan visual, kinestetik, Auditorial , linguistik serta kecerdasan lainnya  maka active learning hadir sebagai jawaban metode yang bisa kita gunakan dalam proses belajar mengajar kita sebagai bentuk aktualisasi seoarang pendidik.

Active Learning adalah sebuah gagasan penting dalam dunia pendidikan, dimana pembelajaran Aktif disinyalir mampu meningkatkan keberhasilan belajar jauh melebihi pembelajaran konvensional, Active learning yaitu diartikan sebagai segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi sesama, maupun dengan guru dalam pembelajaran  tersebut.  Active learning   adalah  Pendekatan intruksional  yang melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan memikirkan hal-hal  yang mereka lakukan. Tidak hanya mengajarkan secara kognitif dari Guru ke peserta didik tetapi melibatkan siswa, bukan hanya mendengar dan membaca tetapi melibatkan seluruh kegiatan kepada peserta didik (pembelajaran berpusat pada siswa).

This image has an empty alt attribute; its file name is 11d18d40-a8c6-4f47-9f55-a8cddcabfdc3-1024x682.jpg

Melihat dari landasan filososis active learning yang dipopulerkan oleh Melvin L. Silberman  yaitu :

  1. Apa yang saya dengar saya lupa.
  2. Apa yang saya dengar dan lihat saya ingat sedikit.
  3. Apa yang saya dengar lihat dan tanyakan atau diskudikan dengan beberapa teman lain saya mulai paham.
  4. Apa yang saya dengar lihat diskusikan dan lakukan saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
  5. Apa yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.

Inilah landasan mengapa active learning ini penting diterapkan dalam proses pembelajaran, untuk mempelajari seuatu secara optimal sebaiknya dengar, lihat, ajukan pertanyaan tentang hal itu, kemudian berdiskusi dengan orang lain dan yang   terpenting adalah “lakukan” (Learning by doing) sebagaimana landasan filosofis yang saya tuliskan, dengan melakukan pembelajaran secara aktif keterlibatan langsung ada disana, partisipasi aktif maka pembelajaran itu lebih melekat  di benak peserta didik. Adapun desain dari proses Active learning yaitu :

Guru

  1. Guru lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja menemukan   sendiri   solusi   dari   masalah,   mengungkapkan   pendapat   dan sebagainya.
  2. Guru menciptakan pembelajaran yang menantang.
  3. Guru mempergunakan media, metode dan sumber belajar termasuk sumber belajar dan bahan dari lingkungan.
  4. Guru memberikan tugas yang berbeda sesuai dengan kemampuan peserta didik.
  5. Guru mengelola siswa secara fleksibel (individu, kelompok atau pasangan) sesuai tugas yang diberikan untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran.

Peserta Didik

  1. Peserta didik tidak takut bertanya
  2. Ada interaksi antara peserta didik untuk membahas dan memecahkan masalah
  3. Peserta didik aktif bekerja
  4. Peserta didik dapat mengungkapkan dengan kata-kata sendiri
  5. Peserta didik melakukan kegiatan baca mandiri
  6. Peserta didik melakukan kegiatan proyek (teknologi sederhana, menulis biografi tokoh dan sebagainya).

Kelas

  1. Ada pajangan yang berupa hasil karya siswa.
  2. Pajangan dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
  3. Penataan tempat duduk memudahkan interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa.
  4. Ada penataan sumber belajar (alat bantu belajar, poster dan buku) yang dimanfaatkan siswa.
  5. Pengaturan  ruangan  kelas  dan  peserta  didik  (setting  kelas)  merupakan  salah tahapan penting guna mewujudkan desain belajar siswa. Setting kelas hendaknya memperhatikan  hal-hal  Aksebelitas,  yakni  peserta  didik  dapat  menjangkau sumber belajar yang tersedia, Mobilitas, yakni ruangan kelas ditata sedemikian rupa agar peserta didik dapat ke bagian lain dalam siswa dan Interaktif, yakni memudahkan interaksi antara guru dan peserta didik maupun antar peserta didik

Desain pembelajaran Active Learning ini sebagai Upaya agar peserta didik senang belajar, lingkungan belajar hendaknya dibangun yang menyenangkan, yakni tidak menegangkan apalagi menakutkan, serta tidak memberikan beban berlebihan pada peserta didik.  Dalam  lingkungan  dan  proses  pembelajaran  peserta  didik  merasa  aman,  nyaman, santai, ceria dan menggembirakan, di samping itu hendaknya metode pembelajaran menyertakan pembelajaran alam yang memberi keseimbangan kepada perkembangan sosial-emosional. Menurut Euis Sunarti dalam bukunya “Ajarkan Anak Keterampilan Hidup Sejak Dini‟ (2005) bahwa kriteria pembelajaran yang menyenangkan setidaknya ada 7 macam, yakni:

  1. Materi pembelajaran dikembangkan berdasar tugas perkembangan anak.
  2. Materi pembelajaran bersifat holistik, yaitu memperhatikan seluruh potensi anak
  3. Kegiatan belajar dirancang berdasar tujuan yang ingin dicapai.
  4. Metode dan teknik pembelajaran yang bervariasi, yang memacu semangat belajar anak, jauh dari kesan menjenuhkan.
  5. Suasana pembelajaran tidak menegangkan, akan tetapi memacu motivasi dan keinginan anak untuk berprestasi.
  6. Anak didorong untuk mengembangkan rasa ingin tahu, termotivasi untuk mencari jawaban dan pemecahan masalah.
  7. Anak merasakan bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan

Active Learning kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa   bukan hanya menyenangkan   selain itu memberdayakan semua indera dan potensi peserta didik karena dalam implementasinya menggunakan  banyak  metode serta media dan  disuaikan dengan pengetahuan yang sudah ada, dengan ini kreatifitas peserta didik akan muncul kemandirian kemampuan bersosialisasi yang sejalan dengan 6 karekter dari Profil pelajara pancasila yaitu mandiri dan kreatif sebagai upaya dalam mebentuk SDM unggul. Active learning ini selama menjadi Guru sudah kami terapkan dalam proses pembelajaran selama di dalam kelas  karena kami sadar bahwa tugas seorang guru itu tidak mudah, guru harus memiliki segudang metode dalam penyajian materi,   dengan terus belajar mendidik dengan ikhlas, dengan rasa cinta kepada peserta didik dan kesadaran diri tidak apatis dengan kondisi pendidikan Indonesia saat ini.

Maka mari kita mulai dari diri sendiri sadar akan tanggung jawab dan tugas kita sebagai seorang guru, selaku penulis dalam paper ini dan sebagai guru yang mau belajar mengajak kepada seluruh guru Indonesia untuk melakukan gerakan perubahan di mulai dari Perubahan kecil yang kita lakukan sehari-hari secara konsisten jauh lebih ber-impact  serta mampu membentuk identitas karakter kita di masa depan sebagai seorang guru, karena perubahan besar itu selalu dimulai dari perubahan kecil yang dilakukan secara disiplin.

Mimpi terbaik itu adalah mimpi yang berani kita wujudkan dan perencanaan terbaik itu adalah perencanaan yang berani kita eksekusi. Karena yang berani itu banyak sekali jumlahnya,  yang berani berencana juga sudah tak terhitung keberadaannya, namun  yang berani mewujudkan dan mengeksekusinya sampai terwujud nyata keberadaannya hanya segelintir saja yang melakukannya, belajar dari history Sejarah Sultan Muhammad Al-Fatih dengan kedisiplinannya, kecerdasannya , semangat belajarnya yang tak henti-henti serta Ibadah dalam keadaan apaun tidak pernah tertinggal hingga Mimpi dan cita-citanya dari kecil bisa terwujud dengan mengguncang menaklukkan konstantinopel yang kini menajdi sejarah peradaban besar dalam dunia Islam.

Mari kita belajar dari sejarah orang-orang hebat  yang berani mewujudkan mimpinya salah satunya Sultan Muhammad Al-Fatih sedari kecil sudah mempersiapkan dirinya dengan membekali diri belajar berbagai bidang ilmu pengetahuan, memiliki cita-cita dan mimpi yang akan diwujudkan ketika dewasa nanti dengan  langkah-langkah  perencanaan dan Goals yang sudah terencana dengan baik walau segala keterbatasan yang ada pada saat itu jika kita melihat perbedaan kita saat ini sudah disuguhkan dengan informasi dan teknologi yang terus berkembang dimana pun kita bisa belajar,  kelak akan lahir Al-Fatih, Al-Fatih baru yang akan membawa perubahan besar untuk Islam dan Indonesia.

This image has an empty alt attribute; its file name is f4ccce7b-cb84-4150-a719-11b9c23bf43c-1024x682.jpg

Bahkan upaya pemerintah saat ini telah memberikan kita wadah untuk mengeksplore diri yaitu hadirnya Sekolah Penggerak dan Merdeka belajar ini bukti upaya bahwa negara dan pemimpin kita terus berbenah dalam bidang pendidikan mewujudkan cita-cita Bangsa ini, mari kita ikut andil dalam memperjuangkan mutu pendidikan Indonesia mulai dari memperkualitaskan diri kita sebagai guru, ini saatnya kita meraih mimpi pesan dari lirik lagu Profil Pelajar Pancasila yang memberi motivasi sendiri bagi penulis bahwa “Jadilah generasi emas cerdas berkarakter itu kita, berjuang dan harus berani, ayo kita jaga untuk Indonesia”. Apa mimpi kita? Apa rencana kita? Apa cita-cita kita yang belum terwuwjud?, sekarang saatnya menyusun mimpi hebat itu, rencana baik itu,  cita-cita mulia itu, dan menembusnya setapak demi setapak dengan totalias kita, karena tidak ada kata percuma untuk hal baik Tuhan semesta alam meridhai langkah kita.

Popular Post

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami