Bertandang Ke Ruang Bersejarah, Fort Rotterdam

Benteng Rotterdam

Yuk Bagikan Tulisan Ini

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

Langit tampak cerah, secerah wajah-wajah polos siswa-siswi kelas 1, SDIT AL FATIH MAKASSAR. Dalam balutan seragam biru putih Al Fatih, dengan dasi kotak-kotak dan jilbab biru navy sebagai pelengkap, anak sholeh-sholehah ini siap beranjangsana ke Fort Rotterdam. Adalah Museum Lagaligo yang menjadi objek Kunjungan Edukasi Selasa kemarin.

Di dampingi oleh 8 guru dan kepala sekolah, sebanyak 100 siswa dari 4 kelas (1A, 1B, 1C, dan 1D), berbondong-bondong menaiki 3 mobil Al Fatih dan 10 mobil orangtua siswa. Nampaknya beberapa orangtua siswa juga bersemangat membersamai anaknya.

Kami tiba saat matahari mulai terik, pukul 8.30. Suara riang dan nyaring saat membaca doa memasuki tempat baru bergema di halaman sekitar Fort Rotterdam. Dengan menggandeng tas di bahu, kami melewati pintu masuk bangunan besar ini.

[vc_gallery type=”image_grid” images=”2363″ img_size=”full”]

“Tujuan dari kunjungan edukasi ini, memberikan pengalaman kepada siswa dengan mengunjungi museum serta mengenalkan siswa sejarah bangsa Indonesia yang ada di Sulawesi Selatan.” ucap Dian Pratiwi, koordinator kegiatan, sekaligus wali kelas 1A.

Gigi-gigi mungil dengan senyum yang polos menghiasi wajah-wajah mereka. Tatapan mata dan simpul bibir seakan menggambarkan kalau mereka sangat senang, bersemangat dan tanpa beban.

Cukup dengan membayar Rp5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk turis mancanegara, sudah bisa masuk ke dalam museum ini. Dengan biaya terjangkau kita bisa melanglang buana jauh menuju masa lalu bahkan hingga ke zaman prasejarah. Bagai mesin waktu museum ini seolah mengajak kembali melihat masa lampau.

[vc_gallery type=”image_grid” images=”2364″ img_size=”full”]

Mata mereka tak henti-hentinya berlari kesana-kemari mengamati suguhan peninggalan sejarah dan budaya Sulawesi Selatan yang terdapat didalam Museum. Mulai dari masa pra sejarah, masa kerajaan Gowa-Tallo hingga masa kini. Sejarah Islam pun ada.

“Museum ini berisi peninggalan sejarah Sulawesi Selatan. Mulai dari peninggalan alat-alat pertanian, perikanan, bahkan replika pinisi versi mini. Jadi koleksi museum ini cukup banyak, sangat cocok untuk dijadikan objek kunjungan edukasi, dan untuk mewakili sejarah dan budaya Sulawesi Selatan hingga kini. Kami sangat berharap, dengan adanya museum ini mampu menjadi mediasi pembelajaran bagi generasi sekarang dan akan datang.” jelas Fajria Aisyah Kurnia, Wali kelas 1B.

Masing-masing guru kelas menjelaskan benda-benda peninggalan sejarah tersebut, dan membantu menjawab pertanyaan yang mereka lontarkan. Tak jarang mereka saling bertukar pikiran tentang benda yang dilihatnya. Disela-sela kegiatan, orangtua dan siswa menyempatkan diri berfoto-foto di museum ini.

Setelah menapaki kaki di lantai 1 dan 2 museum, kami beranjak keluar. Menduduki pelataran luar museum untuk menyantap makanan dan minuman yang dibawa. Sambil menyantap dan saling bertukar makanan, sesekali, anak-anak ini masih saling bercengkrama tentang isi museum.

[vc_gallery type=”image_grid” images=”2365″ img_size=”full”]

Sebagai penutup sebelum kembali kesekolah, guru mengajak siswa bermain dilapangan luas dihalaman depan museum. Enam orang anak berbaris, dengan bantuan balon yang disisipkan diantara perut dan belakang mereka, mereka harus berjalan pelan kedepan tanpa memegang balon agar balon tidak jatuh. Nampak mereka begitu menikmati permainan sederhana ini.

Dalam tautan tangan guru, sambil melangkahkan kaki meninggalkan tempat yang penuh sejarah ini, Chiara, siswi kelas 1B berseru,”Ustadzah, kita main gamenya lagi disekolah yaa.”


~erindian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Artikel Lainnya

Anies Baswedan
Blog Guru

Hari Guru: Ketua Yayasan Muhammad Al Fatih Makassar Bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Ketua yayasan Muhamamad Al Fatih, Peni Setyowati hari ini (Rabu/25/11/20) bertemu dengan mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan. Pertemuan hari ini mendiskusikan tentang pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Yayasan Muhammad Al Fatih menyampaikan salah satu pondasi utama SIT Al Fatih dalam mendidik adalah care. Anies Baswedan dalam diskusinya juga menyatakan rasa kepeduliannya dengan pendidikan di Indonesia.

Kabar SMP

Pengumuman Kelulusan SMP IT Al Fatih Makassar

Barakallahu fiikum kepada seluruh Ananda Kelas IX SMP IT Al Fatih Makassar atas kelulusannya. Semoga segala ilmu yang diperoleh selama menjadi peserta didik di SMA IT Al Fatih berkah sehingga menjadi jalan yang mengantarkan kesuksesan dunia dan akhirat anandaku sekalian.

Ber-Ikhtiar mempersiapkan diri secara dini dan holistik di Sekolah Islam Terpadu Al Fatih

Pendaftaran Peserta Didik Baru Online

Sekolah Islam Terpadu Al Fatih Makassar jenjang Daycare-TK-SD-SMP-SMA kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru untuk tahun 2021/2022 mulai Bulan November 2020 hingga Mei 2021

Foto Kalender TKIT Al Fatih
Scroll to Top
×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami