Tentang Penulis

Our Tweet

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Sebagai seorang guru, tentu harus dapat mengetahui kebutuhan era digital. Berikut ini beberapa alasan mengapa guru tidak boleh alergi teknologi. Guru memang memiliki tanggung jawab yang besar dalam pendidikannya. Beban untuk mendidik siswanya menjadi berkualitas memang tidak mudah. Berjalannya waktu, teknologi yang ada semakain berkembang dan maju. Termasuk saat ini yang sudah begitu melekat terhadap penggunaan teknologi. Hampir setiap harinya manusia selalu menggunakan teknologi. Seorang guru, sudah seharusnya paham mengenai hal ini dan harus di jadikan peluang dalam proses belajar mengajar. Ini dia beberapa alasan guru tidak boleh alergi teknologi.

Para siswa dalam kesehariannya mungkin selalu menggunakan teknologi. Berbeda dengan era dahulu, sekarang di zaman millenial pendidikan sudah masuk ke digitalisasi. Guru harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk proses pembelajaran. Pikiran mengenai dampak negatif memang diperlukan, namun harus tetap objektif dalam menilai. Guru tidak boleh berhenti untuk belajar, termasuk mengenai teknologi. Lalu, mengapa guru tidak boleh alergi teknologi? Kami akan membahasnya pada artikel ini.

Alasan Mengapa Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Berikut Beberapa Alasannya :

Membantu Proses Pembelajaran
Jika sebelumnya para guru mengajar dengan cara yang umum, tentu hal tersebut cukup membosankan. Guru hanya bercerita dan menulis dengan papan tulis yang seadanya. Kemudian, para siswa di tuntut untuk dapat mengerjakan sesuai pada arahannya.

Sebaliknya, jika menggunakan teknologi maka akan jauh lebih membantu pembelajaran. Bagaimana contoh yang bisa dilakukan? Contoh penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran seperti untuk penyampaian materi akan jauh lebih menyenangkan. Karena, banyak visualisasi atau video yang bisa di tampilkan. Jadi, siswa tidak akan merasa bosan saat proses pembelajaran.

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi
Pembelajaran Dengan Teknologi Dapat Membuat Proses KBM Menjadi Menyenangkan

Memudahkan Pemberian Tugas
Tidak dapat di pungkiri, bahwa teknologi bagi pendidikan sangatlah membantu. Dahulu, pemberian tugas yang menumpuk akan menyulitkan dalam mengumpulkan ataupun lama koreksinya. Saat ini, sudah lebih mudah dalam memberikan tugas dan tidak merepotkan.

Email, merupakan salah satu teknologi yang bisa guru gunakan untuk penerimaan tugas. Selain itu, para siswa juga tidak perlu lagi menulis di kerja yang sangat panjang. Cukup mengetik, kemudian di kirimkan menggunakan email. Para guru menjadi lebih mudah dalam mengoreksinya. Jadi, sudah seharusnya guru menguasi teknologi meskipun masih sangat mendasar.

Di Al Fatih sendiri, khususnya untuk tingkat SMP dan SMA, menggunakan Sistem E-Learning dalam pengerjaan tugas, ujian dan memberikan materi. Para siswa dan guru memaksimalkan peranan sistem ini guna lebih menunjang dan memudahkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Ujian Tengah Semester SMAIT Al Fatih
Siswa(i) SMAIT Al Fatih Menggunakan E-Learning Dalam Pengerjaan Tugas dan Ujian

Mempermudah Memperoleh Referensi Pembelajaran
Tentu, manfaat dari penggunaan teknologi bagi guru ialah dapat mempermudah mendapatkan referensi pembelajaran. Jika sebelumnya para guru hanya mengandalkan buku saja, kini para guru bisa mengambil dari banyak sumber. Situs-situs seperti Google, Pinterest, Medium, Youthmanual bisa menjadi bahan inspirasi dan kreasi untuk pembelajaran sehari-hari. Ada juga Slideshare untuk kebutuhan slide presentase.

Hal seperti ini sangat penting, untuk membuat materi pembelajaran yang lebih berkualitas. Jadi, semakin banyak referensi yang bisa di peroleh tingkat materi menjadi lebih baik. Karena itu, guru harus mempelajari teknologi.

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Mengajarkan Era Industri 4.0
Sudah seharusnya, para guru mampu menggunakan teknologi sesuai pada kebutuhannya. Termasuk untuk mengajarkan era industri 4.0. Dimana, era yang satu ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Mungkin, dahulu banyak masyarakat yang berminat untuk menjadi pegawai tetap.

Namun, di era industri 4.0 ini banyak para remaja yang ingin bermain dalam industri digital. Peran penting guru dalam memberikan arahan sangatlah diperlukan. Terutama, untuk membentuk insan yang berkualitas dan mampu bersaing di industri 4.0. Jadi, hal ini harus di pahami oleh para guru.

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Mengingat beratnya tugas guru dan pentingnya peran guru, maka wajar jika setiap guru dituntut untuk menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah mengeluh, dan kaya ide kreatif untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugasnya. Pun demikian halnya pada teknologi, Karena, teknologi jika dimanfaatkan dengan baik justru sangat membantu. Terutama, dalam hal pendidikan agar proses belajar menjadi lebih mudah di pahami. Itulah alasan mengapa guru tidak boleh alergi teknologi

Baca Artikel Lainnya

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Guru Tidak Boleh Alergi Teknologi

Sebagai seorang guru, tentu harus dapat mengetahui kebutuhan era digital. Berikut ini beberapa alasan mengapa guru tidak boleh alergi teknologi. Guru memang

SIT Al Fatih, Hari Pertama Sekolah

SIT Al Fatih Makassar resmi membuka tahun ajaran 2018-2019 besok, Senin (16/7/18). 430 siswa akan memadati gedung SIT Al Fatih Makassar yang

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan beragam artikel inspirasi, info kegiatan dan agenda sekolah kami  langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami
Scroll to Top