Edit

Hubungi kami

Kantor Pusat

Jalan Domba No.12 Makassar

Email:

alfatihsit@gmail.com

Telepon

085299659611

Apakah kita sudah merdeka belajar?

Sebagai seorang guru, tentu sering dijumpai siswa yang kurang semangat dalam belajar,mengantuk saat menerangkan bahkan susah diajak belajar di sekolah. Suatu ketika beberapa siswa dalam  kelas mendadak histeris, ekspresi bahagia terpancar di wajah mereka.

“Kalian kenapa berteriak histeris?” Tanya sang guru

Anak- anak terdiam. Mereka berteriak histeris karena ketua kelasnya mengabarkan bahwa hari ini guru matematika mereka tidak masuk. Sebut saja namanya Pak Boy. Pak Boy adalah salah satu guru yang sangat ditakuti para siswa di sekolah itu, menurut mereka pak Boy adalah guru yang menyeramkan dengan hukumannya.

Bukankah merdeka belajar adalah mereka yang merdeka?

Guru merdeka dalam mengajar dan siswa merdeka dalam belajar. Merdeka belajar adalah merefleksikan, menyesuaikan pikiran dan perbuata terhadap perubahan sekitar untuk mencapai tujuannya.

Usman Djabbar selaku Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) mejelaskan tiga poin besar untuk menjadi seorang yang dikatakan Merdeka Belajar, yakni:

1.  Komitmen Tujuan;

Tujuan pembelajaran harus diketahui oleh peserta didik. Pengalaman saat ikut tamasya bersama keluarga akan berbeda responnya jika anak mengetahui tujuan perjalanan dibandingkan jika ia sama sekali tidak mengetahuinya.

2.  Mandiri Cara;

Ketika penduduk mengetahui dengan jelas tujuan yang akan dicapai, maka cara menuju tujuan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pun, jika sebagai pembelajar sudah mengetahui tujuan apa yang ingin mereka capai, maka tidak ada satupun yang dapat mendikte atau mendistract pembelajar dari tujuannya.

3.  Melakukan Refleksi;

Setelah melakukan treatment untuk mencapai tujuan, hal berikutnya yang dilakukan yakni evaluasi untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan, apa yang kurang, apa yang perlu ditingkatkan sebagai proyeksi dan pertimbangan berbagai jenis treatment yang akan dilakukan kedepannya.

Namun ketahuilah potensi yang kecil bisa menjadi hebat jika sering dikembangkan dan dibina dengan baik, yang terpenting dari segala bentuk belajar yakni harus ada sikap atau amalan dari ilmu yang didapatkan.

Tidak ada lagi perkataan,

“APAJI, TINGGINA NGASENG SIKOLANA, NA DEGAGA BUA’-BUA’NA”

Yuk Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Suspendisse dictum tristique dolor

Donec vitae libero nec elit vulputate cursus a eu metus. Quisque non ex at nibh dictum tincidunt. Vivamus lacinia in velit a tincidunt.

VISI-MISI

Membentuk Generasi Yang Unggul dan Berkarakter Qur'ani dan Menumbuhkan Anak Pada Al-Qur'an dan As-Sunnah​

KONTAK KAMI

©2020, MAF Studio. All rights reserved | SIT Al Fatih Makassar

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami