• +62852.9965.9611
  • info@alfatihmakassar.sch.id
  • Senin - Jumat: 07:00 - 16:00
MEMERDEKAKAN MANUSIA
Guru merdeka dalam mengajar dan siswa merdeka dalam belajar. Merdeka belajar adalah merefleksikan, menyesuaikan pikiran dan perbuata terhadap perubahan sekitar untuk mencapai tujuannya.

Yuk Bagikan Tulisan Ini

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

Apakah kita sudah merdeka belajar?

Sebagai seorang guru, tentu sering dijumpai siswa yang kurang semangat dalam belajar,mengantuk saat menerangkan bahkan susah diajak belajar di sekolah. Suatu ketika beberapa siswa dalam  kelas mendadak histeris, ekspresi bahagia terpancar di wajah mereka.

“Kalian kenapa berteriak histeris?” Tanya sang guru

Anak- anak terdiam. Mereka berteriak histeris karena ketua kelasnya mengabarkan bahwa hari ini guru matematika mereka tidak masuk. Sebut saja namanya Pak Boy. Pak Boy adalah salah satu guru yang sangat ditakuti para siswa di sekolah itu, menurut mereka pak Boy adalah guru yang menyeramkan dengan hukumannya.

Bukankah merdeka belajar adalah mereka yang merdeka?

Guru merdeka dalam mengajar dan siswa merdeka dalam belajar. Merdeka belajar adalah merefleksikan, menyesuaikan pikiran dan perbuata terhadap perubahan sekitar untuk mencapai tujuannya.

Usman Djabbar selaku Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) mejelaskan tiga poin besar untuk menjadi seorang yang dikatakan Merdeka Belajar, yakni:

1.  Komitmen Tujuan;

Tujuan pembelajaran harus diketahui oleh peserta didik. Pengalaman saat ikut tamasya bersama keluarga akan berbeda responnya jika anak mengetahui tujuan perjalanan dibandingkan jika ia sama sekali tidak mengetahuinya.

2.  Mandiri Cara;

Ketika penduduk mengetahui dengan jelas tujuan yang akan dicapai, maka cara menuju tujuan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pun, jika sebagai pembelajar sudah mengetahui tujuan apa yang ingin mereka capai, maka tidak ada satupun yang dapat mendikte atau mendistract pembelajar dari tujuannya.

3.  Melakukan Refleksi;

Setelah melakukan treatment untuk mencapai tujuan, hal berikutnya yang dilakukan yakni evaluasi untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan, apa yang kurang, apa yang perlu ditingkatkan sebagai proyeksi dan pertimbangan berbagai jenis treatment yang akan dilakukan kedepannya.

Namun ketahuilah potensi yang kecil bisa menjadi hebat jika sering dikembangkan dan dibina dengan baik, yang terpenting dari segala bentuk belajar yakni harus ada sikap atau amalan dari ilmu yang didapatkan.

Tidak ada lagi perkataan,

“APAJI, TINGGINA NGASENG SIKOLANA, NA DEGAGA BUA’-BUA’NA”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Artikel Lainnya

Blog Guru

Resensi Buku “Seni Menghadapi Anak Bandel”

Saat menghadapi anak, orangtua tidak dibenarkan berlaku kasar, marah-marah apalagi memukul. Cara tersebut termasuk dalam perbuatan yang tidak efektif untuk mengubah perilaku anak yang bermasalah. Jika orangtua melakukan hal seperti itu maka akan meninggalkan kesan yang menakutkan pada diri anak.

Blog Guru

Resensi Buku “25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menegaskan tentang Alquran dan Hadits sebagai pegangan. Maka orang tua tak perlu jauh mencari teladan dalam menasehati anak. Mengawal tiap langkah mereka adalah tugas utama orang tua dan guru.

Ber-Ikhtiar mempersiapkan diri secara dini dan holistik di Sekolah Islam Terpadu Al Fatih

Pendaftaran Peserta Didik Baru Online

Sekolah Islam Terpadu Al Fatih Makassar jenjang Daycare-TK-SD-SMP-SMA kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru untuk tahun 2019/2020 mulai Bulan Januari hingga Mei 2019

Foto Kalender TKIT Al Fatih
Scroll to Top
×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami