Tentang Penulis

Agenda Kegiatan

Metode Mendidik Hemat Kalimat

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Kelas 3 SDIT Al Fatih terlihat berantakan. Pensil, kertas dan beberapaa mainan tergeletak di lantai. Kursi dan meja pun letaknya tak teratur.  Kelas memang dalam keadaan kosong, semua siswa sedang shalat ashar berjamaah.

Aku bergegas menuju Mushallah sekolah, dan siswa-siswa sedang berdoa dan berdzikir sore. Sebentar lagi mereka selesai pikirku.  Setelah mendapat pengarahan guru piket, satu-per satu siswa mulai keluar menuju kelas. Setelah permisi pada guru piket, aku pun memanggil semua siswa kelas 3

Teman-teman kelas 3 silakan berbaris di luar ya… perintahku

Mau apa ustadzah? Tanya Fahri yang berbaris paling depan

Kita mau jalan-jalan, jawabku sekenanya

Siswa-siswa kelas lain yang selalu kepo Is, Ocan dan Ahsan pun mengikuti dari belakang karena sangat ingin tahu mengapa kelas 3 secara khusus berbaris sore ini.

Ayo kelas lain, silakan masuk kelas!

Mereka pun berlarian menuju kelasnya.

Sudah menjadi kebiasaan di sekolah ini, kekurangan atau pun aib perseorangan maupun kelas maka yang tidak berkepentingan tidak perlu tahu. Untuk menjaga kehormatan sesama muslim.

“Yuk teman-teman, kita kekelas 4” Ajakku kepada para siswa yang sudah berbaris rapi.

Siswa berbaris dan bergerak masuk menuju kelas 4 yang juga masih kosong dari siswa.

“Bagaimana kondisikelas ini?” tanyaku

“Rapi, bersih ustadzah….” Sahut Jingga

“Wangi juga ustadzah” Alif menimpali

“Baik teman-teman, sekarang kita ke kelas 5” kataku

Beberapa siswa mulai saling berbisik. Sepertinya sudah sedikit menangngkap maksudku membawa mereka ‘jalan-jalan’

Sampai di kelas 5 aku mengajukan pertanyaan yang hamper sama

“Teman-teman, bagaimana rasanya di kelas yang bersih dan wangi”

“Enak ustadzah…” mereka menjawab hamper bersamaan.

“Nah sekarang kita kekelas 3”kataku

Berrrrr, siswa-siswa kelas 3 bubar dari barusan tanpa pembubaran dan komando. Mereka berjalan cepat menuju tempat perlengkapan kebersihan di dekat toilet. Ada yang mengambil sapu, kain pel, dan pengharum lantai.  Ups sampai berebutan karena jumlah peralatannya tidak sebanyak jumlah siswa.  Daaannnn mereka meluncur berlari dengan sapu dan kain pel di tangan menuju kelas. Didalam kelas, siswa yang tidak kebagian sapu dan kain pel bergegas memungut pensil, kertas dan buku yang terserak di lantai. Ada juga yang berinisiatif merapikan kursi dan meja.

Loker-loker yang tertutup pun mereka benahi tanpa komando

Subhanallah….Mereka anak-anak yang cerdas memahami maksud jalan-jalan tadi. Hanya hitungan menit saja kelas segera berubah menjadi kinclong, bersih dan waaangiiii. Setelah kejadian itu, kelas 3 tidak pernah lagi terlihat super berantakan seperti sebelumnya. Tanpa harus terlalu banyak berkata-kata, tanpa harus marah dan berteriak, tanpa harus menjatuhkan harga diri, sebenarnya anak-anak kita mudah mengerti dan memahami. Cukup dengan melihat contoh yang real dari kehidupan mereka. Hemat bersuara bisa menjadikan mereka menjadi lebih baik. Hemat berkalimat bisa bisa membuat perubahan.

Lalu Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR Imam Muslim, Ahmad  An Nasa’i )

Pendidikan Islam sangat jelas mengajarkan bahwa teladan dan contoh yang baik akan memberi pengaruh yang baik bagi lingkungan.

Islam pun sangat memperhatikan agar kita selalu menjaga kehormatan manusia. Meskipun mereka adalah bawahan kita atau bahkan didalam pendidikan mereka adalah para siswa-siswa kita. Tak ada alasan untuk mendidik dan membuat perubahan karakter dengan kekerasan apalagi penghinaan atau merusak harga diri anak.

Rasulullah meganjurkan : Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.”(HR. Muslim )

Sebagai pendidik Muslim maka adalah sangat pantas jika mengambil rujukan yang tak diragukan kebenarannya. Wallahu a’lam bis shawab

Semoga bermanfaat.

SDIT Al Fatih, 10 Sya’ban 1439H -Nori Rahmawati

Baca Artikel Lainnya

Pentingnya pelukan hangat Ayah Bunda

Pentingnya Pelukan Hangat Ayah Bunda

TKIT Al Fatih Makassar menggelar Parenting bersama keluarga besar TKIT Al Fatih Makassar, Sabtu (2/1). Bertempat di aula TKIT Al Fatih Makassar,

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan beragam artikel inspirasi, info kegiatan dan agenda sekolah kami  langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Dapatkan Informasi Disini
Scroll to Top