Tentang Penulis

Our Tweet

Miniatur Islam itu Telah Berlalu

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Beberapa wilayah itu memiliki miniatur yang dapat dilihat secara mikro untuk mengetahui yang makro. Jika dikatakan bahwa Taman Mini Indonesia (TMII) yang berlokasi di Jakarta itu adalah miniatur indonesia dikarenakan di tempat tersebut mewakili seluruh wilayah Indonesia.

Islam pun memiliki miniatur yang mewakili apa yang umat Islam seharusnya lakukan sepanjang masa, dan miniatur itu bernama Ramadhan. Andaikan umat Islam melaksanakan apa yang selama ini dilakukan di sepanjang bulan suci itu, maka tampaklah wajah Islam yang sesungguhnya. Wajah yang sangat indah dan cantik. Sebagaimana yang kita ketahui, selama bulan Ramadhan, mayoritas umat Islam berbondong bondong melaksanakan shalat tarwih sebagai sholat malam, tak ketinggalan sholat tarwih tersebut biasanya dirangkaikan dengan sholat subuh secara berbondong-bondong. Pemandangan ini; sholat malam dan sholat subuh, nyaris biasanya tidak bisa disaksikan di luar ramadhan. Andaikan ini bisa dilakukan sepanjang waktu selama 11 bulan berikutnya maka nampaklah keindahan dan kekuatan agama ini.

Sebagaimana yang kita ketahui, selama bulan ramadhan, kita sangat mampu untuk menahan nafsu dan keserakahan. Tidak hanya sekedar menahan diri dari apa yang menjadi milik orang lain, akan tetapi menahan diri dari sesuatu yang kita milikipun mampu kita bendung. Alangkah indahnya, jikalau diluar bulan nan fitrah ini, kemampuan menahan emosi, amarah, nafsu dan syahwat dapat kita kendalikan, maka yakin dan percayalah, keindahan dan kekuatan agama ini akan nampak.

Sebagaimana yang kita ketahui, selama bulan ramadhan, betapa sangat ringan tangan ini untuk berderma, menginfakkan sebagian rezki yang kita dapatkan untuk orang lain yang lebih membutuhkan, panti asuhan ramai dengan santunan yang kita berikan kepada mereka. Tidak cukup dengan uluran tangan kita sendiri, kita bahkan melakukan aksi gerakan kepada orang lain untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Gerakan-gerakan Ta’jil on The Road, Sahur on The Road dan bahkan spanduk yang bertuliskan slogan “Berbagi Untuk Sesama” menjadi pemandangan yang tidak asing pada bulan tersebut. Alangkah indahnya jika kebiasaan seperti ini dapat terus dilanjutkan hingga diluar ramadhan agar kekuatan, kebangkitan dan keindahan Islam dapat kita nampakkan.

Intinya, puncak segala kebaikan yang Islam miliki ada pada bulan ramadhan, namun sungguh sangat disayangkan, kebiasaan yang indah dan super menakjubkan ini terkadang berakhir seiring berakhirnya bulan suci ramadhan. Meski tidak semuanya, sebagian kita tidak lagi melaksanakan ibadah puasa ketika ramadhan berlalu padahal terdapat puasa sunnah yang bisa kita laksanakan. Sebagian kita tidak lagi gemar melaksanakan sholat secara berjamaah padahal kumandang adzan senantiasa berkumandang menyeru kita tidak kurang 5 kali sehari semalam. Sebagian kita bahkan lupa dengan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita, yang membutuhkan santunan tangan kita padahal tempat itu setiap hari kita lewati.

Inilah miniatur ramadhan yang telah lewat dan berlalu. Melalui tulisan yang singkat ini, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan kita semua agar senantiasa menjalankan kegiatan ramadhan ini diluar bulan ramadhan. Kita tak perlu menunggu datangnya bulan ini kembali untuk memaksimalkan amalan-amalan kita, disebabkan tidak adanya jaminan kepada kita bahwa bulan ramadhan berikutnya adalah milik kita. Boleh jadi ramadhan yang telah berlalu itu adalah ramadhan terakhir kita.


Wallahu a’lam (tl24)

Baca Artikel Lainnya

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan beragam artikel inspirasi, info kegiatan dan agenda sekolah kami  langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top