Resensi Buku “Seni Menghadapi Anak Bandel”

Saat menghadapi anak, orangtua tidak dibenarkan berlaku kasar, marah-marah apalagi memukul. Cara tersebut termasuk dalam perbuatan yang tidak efektif untuk mengubah perilaku anak yang bermasalah. Jika orangtua melakukan hal seperti itu maka akan meninggalkan kesan yang menakutkan pada diri anak.

Yuk Bagikan Tulisan Ini

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Identitas

Data Buku

Judul buku           :  Seni Menghadapi Anak Bandel
Pengarang          :  DR. Aiman Muhammad Adil
Penerbit               :  Pustaka Al-Kautsar
Tahun terbit        :  2008
Tebal halaman  :  168 Halaman

Sinopsis Buku

Alangkah bahagianya orang tua apabila anaknya tumbuh berkembang dengan baik, tidak rewel, mudah beradaptasi terhadap lingkungan, patuh kepada orangtua dan taat beribadah.

Anak adalah generasi penerus bangsa yang akan meneruskan perjuangan kita dikemudian hari. Membesarkan dan mendidik anak adalah kewajian orang tua yang utama. Oleh karena itu, masa kanak-kanak adalah fase paling rawan dan sekaligus terpenting dalam kehidupan anak-anak.  Sehingga keduanya juga dituntut untuk mengkaji problema-problemnya baik secara fisik maupun mental. Dengan memperhatikan situasi, kondisi dan kebiasaan-kebiasaan yang meliputi si anak berikut dengan cara yang dapat diterapkan kepadanya maka dalam hal ini orangtua harus bijaksana dalam menanganinya.  Mengatasi masalah yang satu dengan yang lainnya tidak jarang dibutuhkan penanganan yang berbeda karena jenis dan penyebab masalahnya pun berbeda. Ada tiga langkah yang dilakukan untuk mengubah perilaku jelek pada anak adalah 1. Fokuskan perhatian pada satu kejelekan saja. 2. Pilih waktu-waktu yang tepat untuk memperbaikinya 3. Ubah strategi jika tidak berhasil.

Saat menghadapi anak, orangtua tidak dibenarkan berlaku kasar, marah-marah apalagi memukul. Cara tersebut termasuk dalam perbuatan yang tidak efektif untuk mengubah perilaku anak yang bermasalah. Jika orangtua melakukan hal seperti itu maka akan meninggalkan kesan yang menakutkan pada diri anak.

Buku ini juga membahas bagaimana mendidik anak dengan menerapkan metode keseimbangan antara keras dan tegas, juga lembut dan kasih sayang.

Dengan adanya perpaduan keduanya serta karakter masing-masing keluarga dalam mendidiknya diharapkan dapat menghasilkan generasi yang baik dimasa yang akan datang. Karena mendidik butuh ilmu untuk menjadikan mereka harapan bagi orangtuanya.

Pada bab ke satu membahas tentang cara mengatasi anak yang tidak mau patuh. Adalah dengan senantiasa memberikan ararhan-arahan yang positif, dan menegur dengan cara yang baik dan bijak tatkala melihat ada yang salah pada dirinya.

Pada bab ke dua membahas tentang cara mengatasi anak yang sering melawan atau agresif.   Satu hal yang harus pahami adalah bahwa setiap orang memiliki sifat agresif yang sudah ada sejak ia dilahirkan. Namun persepsi tentang masing masing ibu bisa saja berbeda satu dengan lainnya. sikap melawan dari anak selalu terjadi karena sebab tertentu. Oleh karena itu orangtua harus paham terlebih dahulu penyebab anak menjadi suka melawan atau agresif adalah dengan menghilangkan faktor faktor yang menjadi penyebabnya. Namun sifat itu hari demi hari kian mengalami perubahan kearah yang positif, sebagai pengaruh dari bertambahnya pengalaman yang didapatinya pada fase-fase pertumbuhan.

Pada Bab ke tiga membahas tentang faktor-faktor yang membuat anak menjadi lamban dan cara mengatasinya. Barangkali ada benarnya jika dikatakan bahwa watak atau pembawaan anak sejak lahir turut berperan dalam menjadikannya sebagai anak lamban, suka terlambat dan suka menunda-nunda sesuatu tanpa alasan. Perhatiannya tidak bisa fokus pada satu hal saja. Tetapi sesungguhnya sifat ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar dirinya. Solusinya adalah dengan memberikan perhatian orangtua terhadap pendidikan kedisiplinan pada anaknya sejak dini, berkata dengan lemah lembut kepada anak dan memberikan kesempatan untuk mengurusi sendiri keperluan-keperluannya.

Pada bab ke empat  membahas tentang cara orangtua mengatasi anak suka berkelahi. Sifat suka bertengkar dan berkelahi itu sendiri berbeda-beda kuantitasnya dan kualitasnya pada masing-masing anak tergantung kondisi dan latar belakang keluarga masing-masing. Kondisi mentalis orangtua pada saat menangani permasalahan anaknya dalam hal ini adalah sangat penting. Proses penghakiman ini harus dilakukannya secara teliti dan cermat, agar tidak ada salah satu anak yang merasa dirugikan.

 Pada bab ke lima, ke enam dan ke tujuh dan ke delapan  membahas tentang mengatasi anak yang nakal. Ada tiga dorongan kuat yang sangat menentukan kepribadian anak tersebut adalah ingin berkarya, berteman dan ingin berkuasa. Faktor orangtua pun bisa menjadi penyebabnya seperti salah sikap saat berinteraksi dengan anak.  Maka solusinya adalah memperbaiki kejelekan anak semasa kecil, perhatikan intonasi suara dan raut wajah anda dan tidak memperturutkan  kemarahannya yang tidak terkendali.

 Pada Bab ke sepuluh membahas tentang ajari anak bertangungjawab.  Setiap orangtua yang ingin mengubah perilaku jelek anaknya harus memotivasi anaknya itu untuk belajar bertanggungjawab atas segala perbuatannya dan belajar menyelesaikan sendiri setiap permasalahannya yang dihadapinya.

Pada bab sebelas membahas tentang melatih anak untuk patuh. Mengajari anak sifat patuh dan taat kepada orangtuanya akan sangat efektif dilakukan ketika anak berusia antara 3 hingga 5 tahun melalui beberapa tahap-tahap latihan.

Pada bab ke dua belas membahas tentang menghukum anak. Hukuman tak lain hanyalah sebuah upaya untuk memperingatkan anak agar segera berhenti dari kejelekannya. Ia takkan dilakukan melainkan dalam kondisi darurat, dan biasanya bersifat tegas supaya dapat mengembalikan anak kepada jalan yang lurus.

Pada bab tiga belas dan bab empat belas membahas tentang peran ayah dalam mendidik anak.

Masing-masing dari ayah tersebut tentunya memiliki cara dan pola sendiri-sendiri dalam bergaul dan berinteraksi dengan anknya. Pengaruhnya pun terhadap anak dengan sendirinya menjadi berbeda-beda pula. Hubungan baik antara orangtua dengan anak sangat besar pengaruhnya pada jiwa dan kepribadian anak-anak dikemudian hari. Keakraban orangtua dengan anaknya, baik di rumah maupun di luar rumah, hanyalah terciptajika kedua belah pihak saling mencintai, menghormati , dan menghargai satu sama lainnya.

Pada bab ke lima belas membahas tentang pertengkaran orangtua dan anak yang tanpa kita sadari justru orangtua-lah yang menyulut pertengkaran tersebut darinya. Maka dengan meminimalisir sebab-sebab yang menjadi pemicu terjadinya masalah, berusaha menguasai keadaan, memahami dan mengerti pendapat anak, membesarkan hatinya, dan kemudian mengingatkan kepadanya akibat-akibat buruk yang bisa terjadi dari kenakalannya. Hal ini menjadi penting karena dengannya anak akan merasa dihargai lalu terobsesi untuk menyelesaikan sendiri masalahnya. Atau setidak-tidaknya dia tidak lagi membantah anda.

 Pada bab ke enam belas membahas tentang peran orangtua adalah berpegang teguh dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan untuknya dengan Bahasa yang tegas, namun menyiratkan kasih sayang dan persahabatan.

Kelebihan Buku

Keungulan buku ini yaitu terdapat pada halaman sampul buku yang menarik perhatian pembaca,  menggunakan Bahasa yang sederhana hingga mudah dipahami dan dimengerti.

Buku ini sangat membantu orang tua dan pendidik karena di dalam buku ini sudah dijelaskan langkah-langkah untuk mengatasi anak yang bandel secara efektif sehingga bisa membentuk kharakteristik kepribadian anak yang baik. Mencantumkan juga hadist dan ayat-ayat dalam setiap babnya.

Kekurangan Buku

Dalam buku ini tidak ada catatan tentang biografi penulis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Artikel Lainnya

Anies Baswedan
Blog Guru

Hari Guru: Ketua Yayasan Muhammad Al Fatih Makassar Bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Ketua yayasan Muhamamad Al Fatih, Peni Setyowati hari ini (Rabu/25/11/20) bertemu dengan mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan. Pertemuan hari ini mendiskusikan tentang pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Yayasan Muhammad Al Fatih menyampaikan salah satu pondasi utama SIT Al Fatih dalam mendidik adalah care. Anies Baswedan dalam diskusinya juga menyatakan rasa kepeduliannya dengan pendidikan di Indonesia.

Kabar SMP

Pengumuman Kelulusan SMP IT Al Fatih Makassar

Barakallahu fiikum kepada seluruh Ananda Kelas IX SMP IT Al Fatih Makassar atas kelulusannya. Semoga segala ilmu yang diperoleh selama menjadi peserta didik di SMA IT Al Fatih berkah sehingga menjadi jalan yang mengantarkan kesuksesan dunia dan akhirat anandaku sekalian.

Ber-Ikhtiar mempersiapkan diri secara dini dan holistik di Sekolah Islam Terpadu Al Fatih

Pendaftaran Peserta Didik Baru Online

Sekolah Islam Terpadu Al Fatih Makassar jenjang Daycare-TK-SD-SMP-SMA kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru untuk tahun 2021/2022 mulai Bulan November 2020 hingga Mei 2021

Foto Kalender TKIT Al Fatih
Scroll to Top
×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami