Tentang Penulis

Our Tweet

BPOM: Ssst… Ini Unsur Kimia Berbahaya di Camilan Anak

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Badan POM Makassar, Kamis (28/03) mendapatkan kunjungan edukasi dari SMA Islam Terpadu Al Fatih Makassar. Dalam kunjungan kali ini SMAIT Al Fatih Makassar melakukan riset ilmiah tentang senyawa dan unsur kimia pada sebuah produk, khususnya makanan.

“Ini kunjungan pertama kami, dan anak-anak sudah penasaran dengan kandungan kimia pada makanan dan juga beberapa produk kosmetik,” ujar Ade Yuni Puspitasari, Penanggungjawab mata pelajaran Kimia.

Asnidar, penanggungjawab laboratorium penguji menjelaskan jika hampir semua makanan instan dan siap saji mengandung bahan yang memiliki unsur kimia berbahaya. Namun, menurutnya unsur kimia tersebut tidak akan berbahaya selama masih dalam kadar batas normal. Zat kimia yang dimasukkan semisal asam benzoat, asam sorbat dan asam propionat.

“Asam propionat itu biasanya terkandung dalam tepung dan makanan berbahan dasar tepung, perhatikan bahan asam propionat ini tidak boleh lebih dari 3,2 gr/kg,” jelas master sains tersebut.

Lanjut, meski berbahaya unsur kimia juga sangat dibutuhkan oleh makanan. Salah satunya untuk mencegas tumbuhnya jamur atau kapang. Makanan dengan bahan pengawet juga akan bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dalam penyampaian sambutan di Aula BPOM Ahmad Yani, kepala tata usaha BPOM mengungkapkan tips waspada pada camilan anak sebelum membeli.

“Perhatikan Kemasan, Label, Izin edar dan Kadaluarsa atau populer disebut KLIK,” ungkapnya

Tak hanya tentang makanan, Penyelia lab obat dan kosmetik, supervisor Muryani Faisal yang juga hadir menjelaskan tentang unsur kimia dalam kandungan obat. Dalam pelaksanaan pengecekan kandungan obat maka di lakukan disolusi. Disolusi adalah pengujian kelarutan untuk mengetahui batas kadar aman.

“Pengujian pada obat di lakukan pada jumlah kadar dan batas  kandungan unsur kimia berbahaya,” pungkasnya

Terakhir, Ade Yuni Puspitasari sebagai pemimpin rombongan menyampaikan tujuan kunjungan kali ini adalah untuk menekankan kembali mata pelajaran kimia terkait senyawa dan unsur pada setiap produk.

Baca Artikel Lainnya

Vitamin C untuk Guru

Miniatur Islam itu Telah Berlalu

Beberapa wilayah itu memiliki miniatur yang dapat dilihat secara mikro untuk mengetahui yang makro. Jika dikatakan bahwa Taman Mini Indonesia (TMII) yang

Guru TKIT Al Fatih Ikuti Ujian Kompetensi

Tantangan Guru Masa Depan

Seiring berjalannya waktu, semakin cepat pula kemajuan manusia. Termasuk dengan perkembangan teknologi yang bergerak dengan begitu cepat. Saat ini, teknologi memberikan manfaat

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan beragam artikel inspirasi, info kegiatan dan agenda sekolah kami  langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top