Edit

Hubungi kami

Kantor Pusat

Jalan Domba No.12 Makassar

Email:

alfatihsit@gmail.com

Telepon

085299659611

1.471.680.000.

Itulah kira-kira angka dari jumlah denyut jantung ketika manusia berusia 40 tahun. Jumlah denyutan jantung manusia satu menitnya, mirip seperti jumlah detik-detik yang bergabung dalam tiap menit memeluk hari. Dalam biologi, ada sebuah pola dimana “semakin cepat frekuensi denyut jantung suatu mahkluk, maka semakin pendek usia mahkluk tersebut“. Kecepatan denyut jantung menentukan aliran waktu dan jatah hidup suatu organisme.

Tikus yang berumur 3 tahun memiliki jumlah denyut jantung yang sama dengan gajah yang berusia 80 tahun. Bercermin pada rumus itu, bila hidup diandaikan “sama dengan jatah jumlah denyut jantung“, maka kita sesungguhnya diberi penawaran, bila ingin mempercepat atau memperlambat menuju batas maksimal denyut tersebut. 1.471.680.000 itu bisa diraih sebelum masuk usia 40 tahun atau juga baru diraih jauh setelah usia 40 tahun.

Dalam biologi kehidupan, denyut jantung mengalami percepatan akibat aktivasi tonus syaraf simpatik sedangkan sebaliknya melambat karena aktivasi syaraf parasimpatis. Terjemahan praktisnya dalam kesehariannya, karakter-karakter seperti, temperamental, pemarah, tergesa-gesa, tidak sabaran, dengki, iri, cemburu, ketakutan, kecemasan, stress berlebihan, merupakan diantara yang meningkatkan syaraf simpatis hingga laju denyut jantung kita meningkat.
Sementara ketenangan, ketentraman, rasa aman, damai, kesabaran, efek rutinitas berolahraga aerobik merupakan perbuatan yang mampu “menurunkan” denyut jantung.

Kendati bisa “di gas dan di rem” laju percepatannya, Jantung pada dasarnya berdenyut atas “kehendak langit”. Pekerjaannya memompa setiap detik berlangsung secara involunter, tanpa pernah kita perintah, sejak lahir hingga wafat. Kita pada hakikatnya tidak memiliki kedaulatan atas segala proses otomat yang tengah berlangsung didalam diri kita.

1.471.680.000 itu adalah diantara ilustrasi kecil tentang penjagaan Tuhan kepada hidup kita. Al Hafidz, Yang Memelihara dan Menjaga kehidupan kita setiap detik. Mustahil kita hidup tanpa penjagaan, tanpa pemeliharaan, tanpa perlindungan dari Yang Maha Pengasih. Mungkin itu mengapa agama disebut ‘DIEN‘ yg salah satu artinya ialah ‘HUTANG‘. Karena tidak mungkin terlunaskan semua anugerah Ilahi pada kita.

Andaikan Tuhan menagih tiap denyut jantung yang berdebar. (Atau bisa dikembangkan lagi… andai Dia menagih tiap molekul oksigen yang kita hirup, tiap liter air yang kita minum atau tiap butir nasi yang kita makan) dengan nilai mata uang? Maka bangkrutlah kita sepailit-pailitnya. Tuhan bertransaksi pada kita, lewat sistem ibadah seolah-olah, hutang-hutang itu akan kita ‘lunaskan‘ kemudian dengan mempersembahkan keikhlasan & ketulusan cinta pengabdian kita padaNya.

Temukan angka denyut jantung kita. (umur X 36.792.000 =… kira-kira jumlah denyut jantung kita). Tidak ada yang tahu tinggal berapa sisa jatah denyut jantung kita. Fisik kita tergerus dalam aliran zaman, mirip jam pasir Mesir kuna yang semakin berkurang partikel demi partikelnya beriring detik-detik pergantian waktu.

Nikmat Tuhan itu begitu berlimpah dan mustahil dapat dikalkukasi. Maka tugas kita bukan menghitungnya, melainkan mensyukurinya.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Cirebon, 1-1-2020
~Ade Hashman

Yuk Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Suspendisse dictum tristique dolor

Donec vitae libero nec elit vulputate cursus a eu metus. Quisque non ex at nibh dictum tincidunt. Vivamus lacinia in velit a tincidunt.

VISI-MISI

Membentuk Generasi Yang Unggul dan Berkarakter Qur'ani dan Menumbuhkan Anak Pada Al-Qur'an dan As-Sunnah​

KONTAK KAMI

©2020, MAF Studio. All rights reserved | SIT Al Fatih Makassar

×

Ahlan Wa Sahlan

di SIT Al Fatih Makassar! Silakan chat dengan Customer Assistance Officer kami untuk memulai obrolan. Anda juga bisa meninggalkan pesan di email kami

info@alfatihmakassar.sch.id

× Kontak Kami