Tentang Penulis

Our Tweet

TKIT Al Fatih, Sharing Ilmu di Pertemuan Gugus II Kecamatan Makassar

Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

TKIT Al Fatih Makassar menjadi tuan rumah di Pertemuan gugus II Kecamatan Makassar. Jumat (20/9). Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya di tahun ajaran 2018-2019. Pertemuan kali ini, TKIT Al Fatih Makassar menjamu tamu dengan materi Ice Breaker yang di sampaikan oleh Sulastri Khaer. Guru TK B Al Fatih Makassar.

Ice Breaker itu tentang gelombang otak, tujuannya menggiring gelombang otak anak di posisi Alpha dan Beta,” terangnya.

Selain materi, peserta dari 12 sekolah di gugus II juga diajak mencoba berbagai ice breaker yang cocok di gunakan di kelas. 12 sekolah yang menjadi peserta adalah TK Metro school, TK Zion, TK Tunas Bangsa, TK Islam Maricaya, TK Aisyiyah Maricaya, TK KR Pelita Kasih, TK Lestari Harapan Bangsa, TK Bina Citra Indonesia, TK Aisyiyah Maradekaya, TK Littel Stars, TK Ujung Pandang dan TKIT Al Fatih. Pertemuan gugus ini juga di hadiri oleh pengawas sekolah gugus II, Baharia. S.Pd.

 Sharing Ilmu di Pertemuan Gugus II Kecamatan Makassar

Dalam materi dijelaskan, bahwa ice breaker ada banyak jenisnya. Seperti tepukan, kuis, games, kata-kata kiasan, lagu ataupun musik. Dalam pelaksanaannya, ice breaker harus mempertimbangkan beberapa poin penting. Khusus untuk kuis, guru harus menyiapkan anak-anak dalam kondisi fokus. Guru memerlukan treatment awal sebelum kuis. Biasanya menggunakan tepukan atau nyanyian sebelum kuis.

“Kesiapan anak, waktu dan kondisi ruangan juga sangat menentukan, jangan sampai ice breaker yang digunakan akan membuat kondisi anak jadi lebih tidak fokus,” jelasnya.

Sebelum acara berakhir, Pengawas sekolah gugus II, menyampaikan beberapa informasi. Salah satunya penyegaran materi tentang cara membuat Program Semester (Prosem).

“Setiap kompetensi dasar harus masuk dalam pembelajaran, jangan melupakan satu pun, bahkan boleh berulang,” jelas Baharia. S.Pd.

Lebih jelas, Ia menyampaikan bahwa kesalahan lain dalam membuat prosem adalah pembuatan prosem dengan menceklis seluruh kompetensi dasar. Hal tersebut tidak akan efesien mengingat jam pembelajaran yang terbatas.

Baca Artikel Lainnya

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan beragam artikel inspirasi, info kegiatan dan agenda sekolah kami  langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top